Beberapa waktu lalu, menjelang balapan MotoGP di San Marino 2018, tepatnya di sirkuit Marco Simoncelli, Misano, hubungan antara Marc Marquez dengan Valentino Rossi terlihat kembali panas. Hal ini di akibatkan wawancara Marquez yang membahas insiden yang sempat terjadi di Argentina antara keduanya. Pada waktu itu, Marquez melakukan wawancara dengan sky sports. Pada kesempatan tersebut, pembalap dari Repsol Honda ini mengutarakan harapan untuk dapat kembali berdamai dengan Rossi setelah insiden yang terjadi di GP Argentina.

Hal yang dikemukakan oleh Marquez ini terdengar oleh Rossi.Pembalap movistar Yamaha ini menjukkan ketidaksukaannya sebab Marquez kembali mengungkit masalah yang telah berlalu.Maka dari itu, ketika Marquez mengajak Rossi bersalaman, Rossi menolak ajakan tersebut.

Hal ini mengundang salah satu pembalap dari Ducati, Jorge Lorenzo mengemukakan pendapat nya. Ia mengatakan bahwa sikap pembalap yang dikenal dengan sebutan the doctor itu seperti seorang anak kecil. Ia juga menyarankan agar Marquez segera melupakan insiden yang sudah terjadi dengan Rossi beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa tidak perlu khawatir. Jika ia menjadi Marquez, ia tidak akan buang buang waktu untuk memikirkan permasalan tersebut dan tetap fokus pada balapannya.

Permasalahan keduanya yang sama sama merupakan pembalap papan atas dalam MotoGP ini bukanlah hal yang baru lagi. Beberapa kali mereka terlibat permasalahan permasalahan, baik di luar lintasan ataupun di dalam lintasan. Hal ini terjadi setelah kontroversi yang dibuat pada musim 2015 lalu. Marquez mengatakan ingin berdamai dengan Rossi, karena ia merasa tidak memiliki masalah dengan Rossi. Semuanya terasa sangat Tenang, sampai pada permasalahan yang terjadi di GP Argentina. Saat itu, Marquez mengakui melakukan kesalahan dalam balapan dan juga mengatakan Rossi tengah tidak beruntung. Maka dari itu Marquez mencoba untuk meminta maaf agar tidak terjadi kesalahpahaman yang semakin berlanjut ke depannya.

Sikap Marquez yang terus membahas permasalahan yang telah lalu ini membuat Rossi kembali teringat dengan kesalahan yang dilakukan oleh Marquez pada balapan sebelumnya. Maka dari itu, saat Marquez mencoba untuk mengajak Rossi bersalaman di sesi konferensi pers, Rossi langsung mengatakan bahwa ia telah mendengar wawancara Marquez. Namun Rossi mengatakan ia tidak mengerti dan merasa aneh karena selama ini faktanya Rossi merasa dirinya tidak pernah memiliki masalah dengan Marquez. Maka Rossi tidak mengetahui kenapa harus ada kata damai diantara mereka, karena menurutnya permasalahan tidak pernah ada diantara keduanya.

Memang setelah kejadian di GP Argentina yang lalu, sikap Rossi terlihat sangat berubah kepada Marquez. Ia terlihat jauh lebih dingin dan tidak seramah biasanya. Biasa nya

ketika Marquez menang, dia akan menyampaikan selamat tahun menjabat tangannya, namun saat ini tidak pernah dilakukannya lagi. Seperti yang terlihat, ini lebih layak dikatakan sebagai perang dingin antara keduanya dan tidak tahu akan berakhir sampai kapan. Namun besar harapan bahwa keduanya dapat kembali berdamai dan terus berkompetisi secara sehat ke depannya, tanpa mengungkit dan juga membawa bawa masalah yang telah terjadi sebelumnya.